Rabu, 22 Maret 2017

Review Ban Corsa Platinum R99

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Pada pembahasan kali ini saya ingin mereview ban yang saya gunakan untuk si CB. Penasaran seperti apa bannya ? Yuk langsung aja kita bahas di bawah.

Corsa Platinum R99



Yups ini lah ban yang sekarang terpasang di si CB, Corsa Platinum R99. Dengan menggunakan ukuran yang lebih besar dari ukuran standart, membuat si CB terlihat jadi lebih berisi (karena ban standart cb old terbilang kecil). Untuk ban depan menggunakan ukuran 90/80-17 dan ukuran belakang 130/70-17. 

Bagaimana Gripnya ke Aspal ?


Untuk urusan grip di aspal kering, Corsa Platinum R99 tebilang sangat mantap. BehindTwoWheels sendiri mengetest ban ini ketika melewati tikungan, dan wooowww alhasil saya sendiri bisa nikung sampai miring banget, bahkan lebih miring dari ban yang saya gunakan sebelumnya. Bagi kalian yang senang cornering, ban ini boleh dijadikan pilihan karena gripnya gigit banget ke aspal. Namun untuk aspal basah gripnya masih kurang karena bannya masih lebih diperuntukan ke aspal kering hehehe.

Berapa Harga untuk Bannya ?


Untuk harga bannya, total yang dikeluarkan oleh BehindTwoWheels sendiri sekitar Rp.700.000 sudah termasuk biaya pemasangan. BehindTwoWheels menggantinya di Planet Ban karena terkenal dengan kelengkapan dan kualitasnya, ditambah lagi ada Planet ban di dekat rumah hihihi


Ganti ban dulu kakak

Bagaimana dengan Tampilannya ?


Unuk masalah penampilan saya akui ban Corsa Platinum R99 membuat kuda besi kesayangan anda menjadi terlihat lebih sporty dan gagah, ditambah dengan alur bannya yang menurut BehindTwoWheels sangat menarik.

Apakah Boros untuk Pemakaian Harian ?


Dengan grip yang bagus ke aspal pasti akan membuat si ban akan cepat aus. Tidak ada ban yang memiliki grip bagus bisa awet dan tahan lama. Namun tenang saja, si Corsa tidak seboros Battlax atau Supercorsa kok hehehe.

Kesimpulan


Jika kalian menginginkan ban yang memiliki grip yang bagus dan nyaman untuk digunakan sehari-hari, Corsa Platinum R99 bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain grippy, ban ini pun membuat penampilan kuda besi kalian menjadi lebih gagah.

Oke sekian untuk review kali ini. Semoga bagi kalian yang sedang mencari ban untuk kuda besi kalian bisa terbantu setelah membaca review ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, see ya !

Selasa, 07 Maret 2017

Tips Berkendara Aman disaat Hujan

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Pada artikel kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana riding yang aman disaat turun hujan. Karena pada dasarnya, berkendara disaat hujan tidak seperti berkendara disaat kering. Nah daripada penasaran mending kita cek yuk beberapa tips dari BehindTwoWheels :

1. Pastikan Speed Limit Tidak Melebihi 60km/h


Dengan gaya gesek lebih minim ke aspal saat hujan, maka sangat disarankan agar tidak perlu kebut-kebutan, karena jika kalian rem mendadak disaat hujan dengan kecepatan diatas 60 km/h kemungkinan kalian akan ndlosor hehehe

2. Pastikan Ban Masih Bagus dan Layak Pakai


Nah yang namanya motor untuk daily use (pemakaian harian) itu kan harus siap untuk hujan-hujanan, maka ban pun harus selalu diperhatikan, karena jka ban sudah mulai botak dan tidak diganti, maka kemungkinan ban selip saat mengerem di jalanan yang basah bisa terjadi. 

3. Bawalah Jas Hujan, Baju Ganti, dan Sendal


Gunakanlah jas hujan dan sendal ketika sedang turun hujan, karena yang pertama baju dan celana aman dan tidak basah sama sekali. Yang kedua jika kalian menggunakan sepatu kalian bisa menaruh sepatu di dalam tas atau jok motor agar sepatu tidak basah. Yang ketiga jika baju sudah terlanjur basah, maka ada baiknya membawa baju ganti untuk menghindari kemungkinan flu setelah berkendara hujan-hujan.

4. Jika Memiliki Motor Matic Lebih Baik Digunakan


Karena jika menggunakan motor matic yang pasti kaki lebih lebih terlindungi dari basah dan kotornya jalanan becek serta kubangan. 



Foto di atas adalah motor Suzuki Skywave 125 milik BehindTwoWheels untuk daily use. Yang namanya matic, pasti bagian pijakan kakinya pasti terlindungi oleh bodi depan sehingga air becek dan kubangan dijalan dapat lebih diminimalisir. Bukan hanya melindungi dari jalanan becek, kita dapat menempatkan barang-barang sepert jas hujan dan sendal di bagasi motor. 

Kesimpulan


Yang namanya cuaca seperti hujan kita tidak penah bisa memprediksikannya dengan benar secara 100%. Maka ada baiknya kita lebih mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dan kita harus lebih bisa mengontrol emosi di jalan agar tidak perlu gaspoll hehehe.

Oke sekian untuk artikel kali ini, semoga artikel kali ini dapat membantu kalian agar dapat mengemudi dengan lebih baik lagi. Mohon maaf bila ada salah kata. 

Kamis, 02 Maret 2017

Review Knalpot BlackDevil

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Maaf banget kalo dari kemarin ga update artikel karena banyaknya kesibukan seperti kuliah dan lain-lain. Nah pada artikel kali ini saya ingin membahas tentang knalpot racing yang belum lama ini masuk ke dalam persaingan pasar knalpot lokal original. Sesuai judul nama knalpotnya adalah BlackDevil. Dari segi kualitasnya kalau dari skala 1 - 10 mungkin BehindTwoWheels akan memberikan 9 karena bukan hanya kualitas saja, tapi sudah terbukti juga dalam ajang roadrace yang diadakan di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tim yang menggunakan knalpot dari produk BlackDevil ini dapat meraih podium 2 dalam kejuaraan di sirkuit Sentul, dan harganya pun bisa dibilang sangat terjangkau. Daripada penasaran yuk kita langsug lihat saja seperti apa sih knalpot BlackDevil itu.

Knalpot BlackDevil




Knalpot yang namanya masih baru ini berhasil membuat banyak bikers penasaran dengan suara dan performa yang dihasilkan. Saya pun awalnya mengenal produk ini karena salah seorang teman saya dengan inisial FA menggunakan produk ini. Sebagai pendatang baru, knalpot ini bisa dibilang sangat oke untuk digunakan sehari-hari maupun di sirkuit.

Desain yang Menarik dengan Baluran CNC




Bukan hanya suara dan performa yang dihasilkan, namun baluran CNC pada knalpot ini membuat desainnya semakin menarik. Dengan perpaduan stainless steel pada bagian header dan CNC pada bagian silincer membuat knalpot ini semakin cocok dan menarik digunakan di motor para bikers.

Menggunakan Bahan Karbon Asli yang Membuat Bebannya Lebih Ringan




Eitss ternyata ada juga loh tipe karbonnya. Karbonnya pun benar-benar karbon asli, bukan karbon printing, karena jika dibandingkan dengan yang berbahan stainless sangat terasa beda bebannya dan karbonnya pun diimport dari luar negeri, Selain itu penyerapan panasnya pun sangat bagus sehingga membuat knalpot tidak sepanas yang berbahan stainless.

Saya sendiri pun juga sekarang menggunakan produk BlackDevil karena produk ini berhasil membuat BehindTwoWheels keracunan hahaha.

Knalpot BlackDevil terpasang di motor BehindTwoWheels

Bagaimana dengan Performa dan Tenaganya ?


Bisa dibilang ini adalah knalpot pertama yang menurut BehindTwoWheels yang tenaganya sangat ngisi dari putaran bawah sampai atas. Karakter suaranya pun ngebass dan adem diputaran bawah, namun sangat bringas ketika memasuki putaran atas. Kalau untuk performa terbaik, BlackDevil SS Evo yang paling besar menghasilkan powernya dan juga harganya pun paling murah dari tipe-tipe yang lainnya (Karena itu lah saya sendiri menggunakan tipe SS Evo hehehe)

Berapa Harga untuk Knalpotnya ?


Kalau masalah harga bisa dibilang sangat terjangkau dan membuat tangan gatel untuk ngeluarin uang hahaha. Nah berikut BehindTwoWheels akan memberikan daftar harga Knalpot BlackDevil :

1. BlackDevil GP2 CNC :
    -150cc : Rp.1.100.000
    -250cc : Rp.1.350.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.1.700.000 (2 silinder)

2. BlackDevil Ovaltion CNC :
    -150 : Rp.1.350.000
    -250cc : Rp.1.500.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.1.800.000 (2 silinder)

3. BlackDevil SS Evo :
    -150cc : Rp.950.000
    -250cc : Rp.1.350.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.1.550.000 (2 silinder)

4. BlackDevil Carbon Evo Import :
    -150cc : Rp.1.600.000
    -250cc : Rp.1.850.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.2.200.000 (2 silinder)

Buat kalian yang tertarik untuk memesan atau mau tanya-tanya dulu bisa langsung hubungi melalui Whatsapp 082210821260

Kesimpulan


Knalpot lokal (buatan dalam negeri) sekarang tidak bisa dipandang rendah. Karena dengan harga yang sangat terjangkau kita sudah bisa mendapatkan knalpot dengan kualitas dan performa yang setara dengan knalpot produk luar.

Oke sekian dulu dari BehindTwoWheels untuk artikel kali ini, semoga artikel kali ini dapat membantu para pembaca agar dapat menentukan knalpot yang akan dibeli. Mohon maaf bila ada salah kata.
    

Minggu, 27 November 2016

Pengalaman Pertama Latihan di Sirkuit

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Maaf ya sebelumnya kalo udah lama ga update karena habis UTS, jadi gabisa ngeblog dulu hehehe.  Nah sesuai judul di sini, saya ingin membagikan pengalaman saya kemarin ketika latihan di sirkuit, akhirnyaaaaaaa masuk sirkuit juga setelah penantian lama #lebay hahaha. Tapi latihannya bukan di sirkuit Sentul seperti kebanyakan orang, BehindTwoWheels bersama para teman-teman melakukan latihan bersama di Sirkuit Gery Mang, Subang. Butuh perjuangan yang sangat besar seperti mendaki gunung lewati lembah ... Ga deh boong ga sampe kayak gitu hahaha. Hanya saja memang kemarin saat perjalanan ke sirkuit, mobil truk yang mengangkut motor BehindTWoWheels mengalami masalah pada sektor mesin, sehingga perjalanan sedikit terganggu dan terlambat dari waktu yang sudah ditetapkan. Tapi nasib baik masih bersama kami, saya bersama temen-teman masih tetap dapat sampai ke sirkuit dengan bantuan dari Jasamarga, terima kasih Jasamarga :D hehehe. 


Pengangkutan motor ke truck 
(abaikan teman BehindTwoWheels yang lagi foto")


Kesan Pertama masuk ke sirkuit

Yang pasti seneng pake banget, namanya juga baru pertama kalinya hehehe. Dan yang pasti berbeda dengan bermain di jalanan umum. Di sirkuit semuanya lebih aman dan lebih terkendali, kalaupun amit-amit kita mengalami crash tidak akan separah di jalanan umum. Selain aman, sirkuit Gery Mang pun memberikan banyak pengalaman baru bagi saya pribadi, karena pertama kalinya saya memasuki sirkuit adalah di sini. 

Bagaimana dengan tracknya ?

Setelah selesai berlatih di sirkuit Gery Mang, bisa dikatakan sirkuit ini lebih menguras konsentrasi dan tenaga. Tracknya tidak sama seperti sirkuit Sentul yang rata. Sirkuit Gery Mang tracknya naik dan turun alias tidak rata, sehingga kita harus lebih berfokus agar tidak ndlosor ke gravel hehehe. Dan jujur saja, track di sirkuit Gery Mang sebenarnya lebih cocok untuk motor yang memiliki torsi besar di putaran bawah, karena track lurus di sirkuit ini paling panjang hanya sekitar 300 meter (dari tikungan terakhir menuju tikungan pertama) dan sisanya tikungan semua. Jujur saja, motor milik BehindTwoWheels dengan kondisi mesin full standart kurang mumpuni di track Gery Mang karena torsi bawahnya yang kurang bagus. Tapi ya untungnya ini hanya latihan bebas, coba saja kalau kejuaran pasti udah dibabat abis sama yang lain hehehe. Buat yang penasaran gimana track di sirkuit Gery Mang, berikut akan saya tampilkan foto-foto yang berhasil diambil oleh teman saya :






Gaya doang nunduk, padahal speed hanya 
sekitar 60km/h :p

Foto yang ini ngeblur karena di screenshot dari 
action cam

Jika diperhatikan pada tikungan ini, saat masuk tikunan 
tracknya turun, dan saat keluar tikungan  tracknya naik 

Berapa Total Biaya yang Dikeluarkan ?

Bisa dibilang dengan sangat bersahabat di kantong, karena biaya masuk hanya Rp.50.000 dan pit tidak perlu bayar alias gratis. Untuk masalah pergi pulang motor menggunakan jasa truck, di perkirakan habis Rp.170.000 per orangnya. Jadi total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp.220.000 per orang belum termasuk untuk uang makan dll (tenang ada warteg di sana).

Kesimpulan 

Untuk latihan dasar, sirkuit ini bisa jadi pilihan yang tepat karena mengajarkan kita untuk sangat berfokus di tikungan yang naik dan turun alias tidak rata. Fisik pun harus dipersiapkan sebaik mungkin, karena berlatih di sirkuit sangat membutuhkan tenaga ekstra dan yang pasti jangan lupa berdoa guys :D.

Oke segini dulu aja dari BehindTwoWheels, semoga artikel kali ini dapat membantu untuk kalian yang ingin menjajal sirkuit. Mohon maaf bila ada salah kata.

Senin, 12 September 2016

Motor Harian yang Cocok dengan Kondisi Jakarta

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Sebelum memulai artikel saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1437H bagi yang merayakan. Oke langsung saja kita masuk ke artikel. Seperti pada pembahasan sebelumnya tentang Penggunaan Motor Sport Untuk Harian, Nyaman atau Tidak ?. Pembahasan kali ini adalah untuk membahas motor-motor apa saja yang cocok untuk dipakai harian dengan kondisi Jakarta yang terkenal dengan macet dan panasnya.


Kondisi Macet di Jakarta

 


Dengan kondisi macet yang terjadi hampir setiap harinya (kecuali hari Minggu), banyak orang yang beralih menggunakan motor agar lebih dapat cepat sampai ke tujuan. Namun semakin ke sini naik motor pun juga pasti tidak terhindar dari macet karena perkembangan penduduk dan harga-harga motor yang banyak terjangkau di kalangan masyarakat. Jika kalian yang tinggal di Jakarta pasti sudah tidak asing dengan daerah Sudirman, Thamrin, dan Kemanggisan. Daerah tersebut memang terkenal dengan kemacetan yang sangat padat.

Pilihan Motor yang Cocok untuk Kondisi Macet di Jakarta :

 

1. Yamaha Nmax 155

Yang pertama adalah Yamaha Nmax 155. Motor big scoot dengan tampilan yang sporty ini sangat cocok untuk pemakaian harian di Jakarta. Selain modelnya yang enak untuk dipandang, riding positionnya sangat nyaman dan bisa membawa banyak barang karena kapasitas bagasinya yang ada dibawah jok cukup luas. Konsumsi bensinya tidak boros, hanya saja tidak seirit motor matic yang lainnya, hanya mencapai 36km/liter. Namun fitur yang diaplikasikan pada Yamaha Nmax pun sangat lengkap dibanding motor matic lainnya, seperti lampu utamanya yang sudah LED dan panel speedometer yang lengkap membuat ingin berlama-lama di motor ini. Dengan harga Rp24.000.000 untuk yang non ABS dan Rp.27.400.000 untuk yang ABS.


2. Honda Vario 125 


Yang kedua adalah Honda Vario 125. Dengan riding position yang nyaman serta dengan bodi yang tidak terlalu besar, sangat lincah untuk keadaan Jakarta yang macet. Walaupun bagasinya tidak seluas Nmax, tapi masih bisa untuk menaruh barang-barang dengan ukuran yang agak besar. Namun sayangnya fitur pada motor ini tidak selengkap seperti motor-motor keluaran terbaru yang sudah mengaplikasikan lampu LED pada lampu utamanya dan juga yang sangat disayangkan motor ini pun sudah discontinue alias udah ga produksi lagi huhuhu (masih bisa cari yang bekas tapi mulus kok hehehe). Tapi untuk konsumsi bensinnya termasuk sangat edaaannnn, kenapa ? Bisa menempuh jarak 58km/liter. Kalo isi full bisa muter-muter Jakarta sampe mabok hahaha. Harga barunya dulu mencapai Rp.18.000.000, mungkin sekarang secondnya sudah berkisar diantara Rp.13.000.000 sampai Rp.15.000.000.


 3. Honda Vario 150


Yang ketiga adalah Honda Vario 150. Seperti leluhurnya (asik bahasanya leluhur hahaha) Honda Vario 125, motor ini hanya mengalami beberapa perubahan saja, seperti lampunya yang sudah LED, model velg baru, model bodi yang lebih elegan, dan kubikasi mesin menjadi 150cc. Hanya saja karena kubikasinya dinaikan, konsumsi bensinnya hanya mencapai 52km/liter. Dan harganya pun sekarang sudah mencapai Rp.20.500.000.


4. Yamaha Jupiter MX King 150


Yang terakhir ada Yamaha MX King 150. Dari semua motor bebek paling enak yang pernah saya gunakan adalah motor ini. Walaupun mengunakan kopling, tapi riding positionnya lebih nyaman dan lebih sporty dibanding bebek lainnya. Di pembahasan artikel sebelumnya tentang Review Yamaha Jupiter MX King 150, BehindTwoWheels sudah pernah menjelaskan kalau shock breaker dengan tipe monoshock yang sagat empuk membuat motor ini sangat nyaman dikendarai di Jakarta yang terkenal dengan macet yang sangat parah. Ditambah dengan tenaga yang cukup besar di kelasnya, selain lincah, motor ini pun bisa mengantarkan kita ke tujuan dengan cepat (tapi ga ngebut-ngebut ya hehehe). Fiturnya pun juga sudah lumayan canggih, seperti lampu Halogen, ukuran ban yang cukup lebar sehingga aman untuk dipakai sehari-hari, dan panel speedometer yang ketika dinyalakan terdapat tulisan "Hi Buddy" yang dapat diganti dengan nama kita sendiri, wow keren ya guys. Konsumsi bahan bakarnya pun mencapai 49,8km/liter, sangat irit untuk motor dengan tenaga besar seperti Yamaha Jupiter MX King 150. Harga untuk motor ini mencapai Rp.19.000.000.

Kalau Disuruh Memilih, Pilih yang Mana ?


Kalau saya pribadi pasti pilihan saya akan jatuh pada nomor 1, yaitu Yamaha Nmax, kenapa ? Karena saya menginginkan sensasi berkendara yang nyaman serta tenaga yang lumayan besar. Lalu kita juga bisa membawa barang yang cukup banyak dan bisa menaruh dibagasinya yang cukup luas. Dan dengan konsumsi bensin 36km/liter menurut saya itu sudah termasuk irit.

Kesimpulan


Dengan kondisi jalanan Jakarta yang sangat macet, motor dengan riding position ternyaman, bensin teririt, dan harga yang paling bersahabat di kantong menjadi pilihan yang tepat.

Oke sekian dulu artikel kali ini. Semoga artikel ini bisa membantu kalian yang sedang ingin mencari motor harian yang sesuai dengan keinginan kalian. Mohon maaf bila ada salah kata. 



Jumat, 26 Agustus 2016

Arogan Dalam Berkendara

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Setelah beberapa lama ga update karena kesibukan yang sedang dialami, akhirnya sekarang bisa update lagi. Ide untuk pembahasan kali ini muncul karena semakin banyaknya tipe-tipe pengendara roda dua di jalanan setiap harinya. Nah kali ini saya akan memberian beberapa contoh arogan dalam berkendara :

Menerobos Lampu Merah



Tipe arogan ini adalah tipe yang sudah sering kita lihat di jalan raya setiap harinya. Karena merasa tidak ada polisi yang memantau, jadi langsung seenaknya saja. Bagus kalau saat kita menerobos lampu merah tidak ada pengendara lain, kalau ada bagaimana jadinya ?

Menerobos Jalur Busway



Saking gamau kena macet sampe bela-belain lewat jalur busway. Jika terkena razia pasti sebagian besar dari orang-orang tersebut akan mengatakan kalau polisi yang menilang mereka hanya mencari keuntungan pribadi. Jujur saja, saya pribadi juga sangat tidak menyukai yang namanya macet di Jakarta, tapi ya namanya kita tinggal di Jakarta ya sudah harus tau resiko macet yang terjadi setiap pagi (jam berangkat kerja, kuliah, dan sekolah) dan sore (jam pulang kerja, kuliah, dan sekolah). Masukan sedikit saja, jika ingin tidak terkena macet, berangkat lah lebih pagi dan carilah jalan memutar yang tidak ramai dilalui oleh kendaraan setiap harinya. 

Menjudge Pengendara Moge (Motor gede) Arogan



Inilah contoh arogan yang tidak pernah disadari oleh kebanyakan pengendara motor di kota besar seperti Jakarta. Jujur sebenernya hal seperti ini menurut BehindTwoWheels seperti menjilat ludah sendiri. Beberapa waktu lalu saat saya sedang streaming video salah seorang motovloggr di youtube (ga sebut nama), di kolom komentarnya terdapat komentar seperti ini : "Pengendara moge emang arogan, berenti di jalur zebra cross, nerobos lampu merah, nerobos jalur busway, dll ". Tapi sampai sekarang pengendara motor di Jakarta saja masih banyak yang melakukan hal tersebut seperti contoh gambar di atas. Seperti kata sebuah peribahasa "Semut di ujung pulau dapat terlihat, tapi gajah di depan mata tidak terlihat".  

Kalau Memakai Moge Boleh Sombong ?


Jawabannya sudah pasti tidak. Mau berapapun kapasitas mesin yang dimiliki, moge tetaplah motor, yang pengendaranya pun harus bijak dalam mengendarainya. Memang ada pengendara moge yang arogan saat di jalan raya, tapi tidak semua pengendara moge seperti itu, karena pada dasarnya sifat manusia berbeda, ada yang bijak dalam mengambil keputusan, adapun yang seenaknya karena berfikir tidak ada yang bisa melarang dirinya. Di sini saya tidak membela pengguna moge ataupun motor biasa, di sini saya hanya ingin memberi tahu bahwa yang harus kalian lakukan adalah mulailah berbenah diri dan sadari lah apa kesalahan kalian. 


"Banyak Kok Motor yang Menerobos Lampu Merah, Jalur Busway, dll"


Kalau mereka loncat dari gedung kalian mau ikutin juga ? Mulailah berani untuk berbeda dalam berkendara, seperti menaati rambu-rambu lalu lintas, tidak seenaknya dalam berkendara, dan menghormati pengendara lain serta pejalan di trotoar. Contoh sederhana saja, jika sesuatu yang harusnya menjadi milik kalian diambil oleh orang lain apakah kalian mau ? Tentunya tidak. Sama saja seperti pejalan kaki di zebra cross dan di trotoar pinggir jalan. Masih banyak kendaraan roda 2 yang dengan arogannya melewati trotoar dan berenti di zebra cross saat lampu merah. Coba jika kalian yang menjadi pejalan kaki, apakah kalian bisa menerima hal tersebut ? Jujur saya sih pastinya ga akan terima. Maka dari itu pun saya sehari-hari berusaha untuk tidak mengambil hak yang menjadi milik pejalan kaki.

"Jangan Sok Suci"


Biarkanlah orang lain berkata apa, yang terpenting kita melakukan yang menurut kita benar. Karena kehidupan adalah dimana orang lain yang mengomentari dan kita yang menjalankan. So don't be afraid to be different *gaya-gayaan pake bahasa Inggris.

Kesimpulan


Jangan selalu mencari kesalahan orang lain karena merasa diri kita benar. Carilah kesalahan kita dan perbaiki kesalahan tersebut agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih bijak. Walaupun masih banyak pengendara motor yang seenaknya di jalan raya, bukan berarti kita boleh seperti mereka. Jadilah pengendara yang tertib agar tidak merugikan orang-orang di sekitar kita dan juga karena keluarga kita menunggu kita pulang ke rumah.

Nah itulah beberapa tipe arogan dalam berkendara. Jadi sekian dulu pembahasan dari BehindTwoWheels pada hari ini, semoga pembahasan kali ini bisa menjadi masukan yang baik untuk kalian semua yang membacanya. Jangan lupa bagikan juga artikel ini pada orang-orang terdekat kalian ya guys. Mohon maaf bila ada salah kata.



Minggu, 17 Juli 2016

Knalpot Original atau Knalpot KW ?

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Sebelum memulai artikel BehindTwoWheels ingin mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin 1437H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Oke pembahasan kali ini sebenarnya baru-baru saja ramai dikalangan para bikers, yaitu tentang knalpot racing. Awalnya juga BehindTwoWheels juga agak bingung, kenapa hanya masalah knalpot jadi harus diperbincangkan sampai harus saling membully antara sesama riders yang menggunakan knalpot racing non original (KW). Tapi semakin ke sini akhirnya BehindTwoWheels mulai mengerti kenapa para produsen dan konsumen knalpot kw selalu mendapat caci maki dari para produsen dan konsumen knalpot original. 

Knalpot Original


Knalpot Original Akrapovic Full Carbon

Oke kita ambil contoh untuk knalpot original Akrapovic Full Carbon yang diproduksi di Slovenia. Tentu saja, dengan mendengar buatan dari Slovenia pasti yang ada di benak kita harga knalpot ini pasti sangat mahal. Dan betul, Akrapovic original untuk silincernya saja sudah berkisar dengan harga sekitar Rp.6.000.000. Tapi harus diingat, ada harga ada kualitas. Tentu saja, namanya juga ori, kualitas suaranya pun tidak bohong. Suara dari knalpot Akrapovic ini terbilang adem ayem dan ga berisik saat mesin berada pada rpm rendah, tapi suaranya akan jadi sangat nyaring dan ngebass ketika memasuki rpm tinggi. Berat knalpot ini pun sangat ringan dan lebih enteng daripada knalpot standart.

Knalpot KW 


 
Knalpot KW Akrapovic 

Bisa kita lihat sendiri, knalpot KW memiliki bahan yang sangat berbeda dengan yang aslinya. Juga emblem dari knalpot tersebut berbeda dengan yang aslinya. Beratnya pun berbeda, yang pasti knalpot KW memiliki berat yang lebih berat ketimbang knalpot original. Harganya pun lebih murah dariapda knalpot original, untuk harga fullsystem mungkin berkisar sekitar Rp.1.000.000. Tapi bukan berarti knalpot KW itu jelek, ada juga knalpot KW yang suaranya bahakan bahannya hampir menyerupai knalpot original.

Jika Disuruh Memilih, Lebih Plih Knalpot Original atau Knalpot KW ?


Kalau BehindTwoWheels sendiri pasti lebih memilih untuk menggunkan knalpot original. Lagipula Indonesia sekarang sudah banyak menciptakan knalpot original dengan harga yang bersahabat, contohnya R9, Wrx, RX8, ProSpeed, Galvince, TDR, CLD, Frontal, dll. Awalnya BehindTwoWheels sendiri berfikir kalau menggunakan knalpot KW itu bukan masalah, yang penting suara gede dan keren. Tapi semakin ke sini, BehindTwoWheels semakin sadar jika kita menggunakan merk lokal original, kita lebih memajukan Indonesia, karena itu membuktikan bahwa Indonesia pun memiliki produk original yang terbilang cukup bagus, sehingga tidak perlu mencuri ataupun menjiplak merk lagi. BehindTwoWheels sendiri pun sekarang menggunakan knalpot RX8 Trigallnt yang bahan, suara, dan modelnya bisa terbilang tidak kalah bagus dengan knalpot-knalpot original buatan luar negeri. Bahkan sudah terlihat pada setiap pertandingan ITS (Indonesia Trackday Series) bahwa knalpot-knalpot lokal buatan Indonesia banyak digunakan untuk pertandingan ITS. Jadi masih malu pakai knalpot original buatan lokal ?

Lalu Bagaimana dengan Para Produsen dan Konsumen yang Masih Menggunakan Knalpot KW ?


Ada baiknya kita tidak perlu membully atau mencaci maki mereka secara terus menerus, karena dari mereka mungkin ada yang tidak mengerti tentang hak cipta penjiplakan merk, maka dari itu mereka tetap memproduksi dan menggunakan knalpot KW. Lebih baik kita berikan mereka edukasi tentang hak cipta penjiplakan merk, dan lebih mengarahkan para produsen knalpot untuk membuat merk mereka sendiri, sehingga mereka tidak perlu menjiplak merk knalpot lain dan bisa lebih menuangkan kreatifitas mereka untuk knalpot buatan mereka sendiri. Sekarang pun sudah banyak knalpot homemade atau buatan sendiri yang kualitasnya terbilang cukup bagus dan modelnya pun terbilang menarik, serta sudah mempunyai merk sendiri. Semoga untuk kedepannya para produsen dan konsumen lebih mencintai produk dalam negeri dan lebih kreatif dalam membuat knalpot mereka sendiri, agar kita bisa membuktikan bahwa Indonesia pun tidak kalah dengan negara-negara lain seperti Slovenia, Italia, Inggris, dll.

Kesimpulan


Jangan pernah merasa malu untuk menggunakan produk lokal. Sekarang sudah banyak knalpot lokal yang kualitasnya tidak bisa diragukan lagi. Bahkan knalpot merk R9 sudah digunakan untuk balapan Moto3 ! Tuh bukti dari produsen knalpot yang membuat merk sendiri, hingga akhirnya produknya diakui dan digunakan oleh nagara luar. Ingat, dimana ada kemauan pasti selalu ada jalan.

Oke sekian dulu dari BehindTwoWheels, semoga artikel kali ini bisa menjadi renungan bagi para riders untuk lebih mencintai produk dalam negeri. Mohon maaf bila ada salah kata.