Minggu, 30 Juli 2017

Suka Duka Naik Honda CBR250RR

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Maaf banget guys baru update lagi dikarenakan BehindTwoWheels sedang sangat sibuk mengikuti magang yang diwajibkan dari kampus hehehe. Oke kalau begitu kali ini kita akan membahas sedikit topik yang lebih berbeda dari sebelum-sebelumnya. Oke kalau gitu langsug aja cekidot !


BehindTwoWheels dengan Honda CBR250RR 

Jadi pagi hari tadi BehindTwoWheels diajak sunmori sama teman-teman menuju ke Taman Ayodia Barito di Jakarta Selatan untuk sekedar mencari sarapan pagi. Lalu teman BehindTwoWheels menawarkan untuk membawa motornya yang sedang ngetren banget di kelas 250cc, yaitu Honda CBR250RR. BehindTwoWheels ditawarkan untuk riding memboncengi  adiknya (karena adiknya belum punya sim dan baru pertama kali ikut sunmori). Akhirnya BehindTwoWheels mengiyakan dan langsung saja cuuusss. Setelah puas muter-muter pakai Honda CBR250RR dari pagi hingga siang, BehindTwoWheels ingin menyampaikan opini pribadi tentang suka duka mengendarai Honda CBR250RR ini. Oke guys let we see :

Suka :
1. Performa yang sangat menjambak dari putaran bawah sampai atas. Ditambah dengan knalpot aftermarket yang semakin mendorong performanya.
2.  Posisi riding yang didukung dengan stang underyoke sangat mendukung untuk melakukan manuver di jalan.
3.  Kaki-kaki seperti suspensi depan dan belakang yang sudah mengunakan merk aftermarket Showa.
4.  Walaupun memiliki bodi yang besar, tapi tetap lincah digunakan untuk selap selip di jalan raya.
5.  Bahan bakarnya termasuk sangat irit.
6.  Memiliki tampilan yang sangat gahar sehingga semakin pede ketika dikendarai di jalanan. 
7.  Dan yang pasti dengan adanya riding mode membuat pengendaranya bisa menyesuaikan power yang diinginkan.

Duka :
1.  Stang underyoke yang lebar menyulitkan ketika akan putar balik.
2. Motor sangat cepat mencapai suhu tinggi sehingga menyebabkan motor cepat overheat ketika sedang berada di kemacetan atau cuaca yang sangat panas.
3.  Jika kalian boncengan menggunakan motor ini dengan jangka waktu yang lama, siap-siaplah menerima pegel-pegel yang akan sangat menyiksa tangan kalian.

Nah untuk Honda CBR250RR yang BehindTwoWheels kendarai ini sudah ada parts yang diganti :
1. Knalpot Black Devil Evo Carbon Fullsystem
2. Ban Metzeller M7 120/70-17 (depan) dan 160/70-17 (belakang)

Kesimpulan

 

Bagi kalian yang ingin meminang motor ini, motor ini termaksud motor yang worth it, hanya saja ada beberapa orang yang masih ragu karena harganya yang masih cukup tinggi, yaitu Rp.64.000.000 untuk yang non-ABS dan Rp.70.000.000 untuk yang ABS. Karena dengan harga segitu kita sudah bisa mendapat moge second seperti Kawasaki eR-6f atau eR-6n. Namun apa mau dikata jika dompet mendukung dan pandangan sudah tertuju pada Honda CBR250RR hehehe.

Oke guys sekian dulu untuk artikel kali ini, hope you enjoy to read this. Semoga juga bisa menjadi pertimbangan untuk kalian yang ingin naik ke kelas 250cc atau yang mau ganti 250cc lagi. Sekian dari BehindTwoWheels, sampai bertemu di artikel-artikel berikutnya.

Kamis, 18 Mei 2017

Perbedaan Shockbreaker Adjustable dengan Shockbreaker Harian

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Pembahasan kali ini berawal saat saya sedang mengobrol dengan salah seorang teman saya mengenai cornering, kok jadi nyambung ke shockbreaker ? Iya dong jelas, shockbreaker pun juga menjadi salah satu penentu kestabilan motor saat melakukan cornering. Gimana sih penjelasan lengkapnya ? Yuk langsung aja kita simak dibawah ini :

Shockbreaker Adjustable. 

Example : Traxxion Dynamic / Traxx D


Shockbreaker Traxx D untuk Yamaha YZF-R25

BehindTwoWheels mengambil salah satu contoh shockbreaker yang terbilang sangat bagus. Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang shock yang satu ini. Shock ini bernama Traxxion Dynamic atau sering disebut Traxx D. Shock ini kebanyakan hanya diketahui oleh mereka yang memang pembalap atau mereka yang menjadi mekanik balap di suatu tim balap. Shock ini pun bisa dibilang memiliki kualitas yang setara Ohlins dan harganya berkisar sekitar Rp.8.500.000.

Apa Saja Perbedaannya dengan Shock Standart ?


Shockbreaker Standart Yamaha YZF-R25

Shockbreaker yang sudah adjustable dengan yang standart tentunya pasti memiliki beberapa perbedaan, antara lain :

1. Shockbreaker Traxx D memiliki tabung, sedangkan yang standart tidak. Fungsi dari tabung itu sendiri adalah untuk menyimpan nitrogen di dalamnya dengan tujuan membuat rebound dari shockbreaker lebih baik ketika melakukan manuver dengan memasuki tikungan secara high speed. Namun tidak semua tabung pada shockbreaker adjustable berisi nitrogen, pada beberapa merk shockbreaker ternama ada juga yang tabungnya berisi oli shock.

2. Shockbreaker Traxx D memiliki adjustable click sedangkan yang standart tidak. Fungsi dari adjustable click ini adalah untuk mengatur soft atau hard rebound shockbreaker agar motor lebih stabil dan tidak bumping saat memasuki tikungan dalam kecepatan tinggi. Namun jika memang shockbreaker ini digunakan untuk trackday kita tidak boleh sembarangan dalam melakukan setting reboundnya, karena berat badan si rider pun menentukan seberapa keras yang dibutuhkan, jika semakin berat si rider maka settingan shock pun harus lebih keras, begitu juga sebaliknya.

3. Shockbreaker Traxx D memiliki model yang lebih bagus. Tidak sedikit orang yang mengganti shockbreaker standartnya dengan shockbreaker aftermarket hanya untuk membuat penampilan motornya lebih menarik.

Apakah Shockbreaker yang Adjustable Nyaman untuk Daily Use ?


Jawabannya sudah pasti iya. Karena shockbreaker yang adjustable dapat kita setting sesuai kebutuhan kita, jika kita menginginkan untuk daily use, kita dapat membuat setting shockbreakernya mejadi empuk.

Jika Kita Mengupgrade Tenaga Motor Kita, Haruskah Kita Merubah Setting Reboundnya ?


Jawabannya tentu saja. Karena semakin besar tenaga motor, maka semakin besar juga beban yang harus diredam oleh shockbreaker agar motor tetap stabil dan tidak bumping. 

Jika Memiliki Shockbreaker Standart yang Empuk, Apakah Kita dapat Membuatnya Menjadi Keras ?


Pada beberapa motor memang ada yang shockbreakernya dapat disetting juga agar lebih keras, namun hanya akan berpengaruh sedikit, apalagi jika motor sudah melakukan update pada sektor mesin, settingan shockbreaker standart pun sudah pasti tidak akan dapat meredam seluruh tenaga yang diberikan oleh mesin.

Apakah Ada Solusi atau Alternatif untuk Membuat Rebound Shockbreaker Standart Menjadi Sekeras Shockbreaker Adjustable ?


Tentu saja ada. Untuk shockbreaker depan biasanya disebut suling dan untuk shockbreaker belakang biasanya disebut suntik. Nah proses suling dan suntik pada shockbreaker depan dan belakang ini adalah untuk membuat rebound shockbreaker lebih lambat agar motor semakin seimbang ketika memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi. Namun kekurangannya adalah saat kita sudah membuat shockbreaker lebih keras kita tidak bisa membuatnya empuk lagi, kecuali jika kita melakukan suling dan suntik lagi untuk membuat shockbreakernya menjadi empuk lagi seperti semula.

Kesimpulan


Pada dasarnya shockbreaker yang aftermarket seperti Traxx D pasti sudah diciptakan dengan fungsinya untuk keperluan riders dalam segi handling, empuk atau kerasnya rebound, dan model dari shockbreaker yang dapat menarik perhatian.

Oke sekian dulu artikel dari BehindTwoWheels. Semoga dengan artikel kali ini dapat membantu kalian yang sedang mencari shockbreaker aftermarket untuk motornya. Mohon maaf bila ada salah kata. See you next time guys !










Rabu, 22 Maret 2017

Review Ban Corsa Platinum R99

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Pada pembahasan kali ini saya ingin mereview ban yang saya gunakan untuk si CB. Penasaran seperti apa bannya ? Yuk langsung aja kita bahas di bawah.

Corsa Platinum R99



Yups ini lah ban yang sekarang terpasang di si CB, Corsa Platinum R99. Dengan menggunakan ukuran yang lebih besar dari ukuran standart, membuat si CB terlihat jadi lebih berisi (karena ban standart cb old terbilang kecil). Untuk ban depan menggunakan ukuran 90/80-17 dan ukuran belakang 130/70-17. 

Bagaimana Gripnya ke Aspal ?


Untuk urusan grip di aspal kering, Corsa Platinum R99 tebilang sangat mantap. BehindTwoWheels sendiri mengetest ban ini ketika melewati tikungan, dan wooowww alhasil saya sendiri bisa nikung sampai miring banget, bahkan lebih miring dari ban yang saya gunakan sebelumnya. Bagi kalian yang senang cornering, ban ini boleh dijadikan pilihan karena gripnya gigit banget ke aspal. Namun untuk aspal basah gripnya masih kurang karena bannya masih lebih diperuntukan ke aspal kering hehehe.

Berapa Harga untuk Bannya ?


Untuk harga bannya, total yang dikeluarkan oleh BehindTwoWheels sendiri sekitar Rp.700.000 sudah termasuk biaya pemasangan. BehindTwoWheels menggantinya di Planet Ban karena terkenal dengan kelengkapan dan kualitasnya, ditambah lagi ada Planet ban di dekat rumah hihihi


Ganti ban dulu kakak

Bagaimana dengan Tampilannya ?


Unuk masalah penampilan saya akui ban Corsa Platinum R99 membuat kuda besi kesayangan anda menjadi terlihat lebih sporty dan gagah, ditambah dengan alur bannya yang menurut BehindTwoWheels sangat menarik.

Apakah Boros untuk Pemakaian Harian ?


Dengan grip yang bagus ke aspal pasti akan membuat si ban akan cepat aus. Tidak ada ban yang memiliki grip bagus bisa awet dan tahan lama. Namun tenang saja, si Corsa tidak seboros Battlax atau Supercorsa kok hehehe.

Kesimpulan


Jika kalian menginginkan ban yang memiliki grip yang bagus dan nyaman untuk digunakan sehari-hari, Corsa Platinum R99 bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain grippy, ban ini pun membuat penampilan kuda besi kalian menjadi lebih gagah.

Oke sekian untuk review kali ini. Semoga bagi kalian yang sedang mencari ban untuk kuda besi kalian bisa terbantu setelah membaca review ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, see ya !

Selasa, 07 Maret 2017

Tips Berkendara Aman disaat Hujan

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Pada artikel kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana riding yang aman disaat turun hujan. Karena pada dasarnya, berkendara disaat hujan tidak seperti berkendara disaat kering. Nah daripada penasaran mending kita cek yuk beberapa tips dari BehindTwoWheels :

1. Pastikan Speed Limit Tidak Melebihi 60km/h


Dengan gaya gesek lebih minim ke aspal saat hujan, maka sangat disarankan agar tidak perlu kebut-kebutan, karena jika kalian rem mendadak disaat hujan dengan kecepatan diatas 60 km/h kemungkinan kalian akan ndlosor hehehe

2. Pastikan Ban Masih Bagus dan Layak Pakai


Nah yang namanya motor untuk daily use (pemakaian harian) itu kan harus siap untuk hujan-hujanan, maka ban pun harus selalu diperhatikan, karena jka ban sudah mulai botak dan tidak diganti, maka kemungkinan ban selip saat mengerem di jalanan yang basah bisa terjadi. 

3. Bawalah Jas Hujan, Baju Ganti, dan Sendal


Gunakanlah jas hujan dan sendal ketika sedang turun hujan, karena yang pertama baju dan celana aman dan tidak basah sama sekali. Yang kedua jika kalian menggunakan sepatu kalian bisa menaruh sepatu di dalam tas atau jok motor agar sepatu tidak basah. Yang ketiga jika baju sudah terlanjur basah, maka ada baiknya membawa baju ganti untuk menghindari kemungkinan flu setelah berkendara hujan-hujan.

4. Jika Memiliki Motor Matic Lebih Baik Digunakan


Karena jika menggunakan motor matic yang pasti kaki lebih lebih terlindungi dari basah dan kotornya jalanan becek serta kubangan. 



Foto di atas adalah motor Suzuki Skywave 125 milik BehindTwoWheels untuk daily use. Yang namanya matic, pasti bagian pijakan kakinya pasti terlindungi oleh bodi depan sehingga air becek dan kubangan dijalan dapat lebih diminimalisir. Bukan hanya melindungi dari jalanan becek, kita dapat menempatkan barang-barang sepert jas hujan dan sendal di bagasi motor. 

Kesimpulan


Yang namanya cuaca seperti hujan kita tidak penah bisa memprediksikannya dengan benar secara 100%. Maka ada baiknya kita lebih mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dan kita harus lebih bisa mengontrol emosi di jalan agar tidak perlu gaspoll hehehe.

Oke sekian untuk artikel kali ini, semoga artikel kali ini dapat membantu kalian agar dapat mengemudi dengan lebih baik lagi. Mohon maaf bila ada salah kata. 

Kamis, 02 Maret 2017

Review Knalpot BlackDevil

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Maaf banget kalo dari kemarin ga update artikel karena banyaknya kesibukan seperti kuliah dan lain-lain. Nah pada artikel kali ini saya ingin membahas tentang knalpot racing yang belum lama ini masuk ke dalam persaingan pasar knalpot lokal original. Sesuai judul nama knalpotnya adalah BlackDevil. Dari segi kualitasnya kalau dari skala 1 - 10 mungkin BehindTwoWheels akan memberikan 9 karena bukan hanya kualitas saja, tapi sudah terbukti juga dalam ajang roadrace yang diadakan di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tim yang menggunakan knalpot dari produk BlackDevil ini dapat meraih podium 2 dalam kejuaraan di sirkuit Sentul, dan harganya pun bisa dibilang sangat terjangkau. Daripada penasaran yuk kita langsug lihat saja seperti apa sih knalpot BlackDevil itu.

Knalpot BlackDevil




Knalpot yang namanya masih baru ini berhasil membuat banyak bikers penasaran dengan suara dan performa yang dihasilkan. Saya pun awalnya mengenal produk ini karena salah seorang teman saya dengan inisial FA menggunakan produk ini. Sebagai pendatang baru, knalpot ini bisa dibilang sangat oke untuk digunakan sehari-hari maupun di sirkuit.

Desain yang Menarik dengan Baluran CNC




Bukan hanya suara dan performa yang dihasilkan, namun baluran CNC pada knalpot ini membuat desainnya semakin menarik. Dengan perpaduan stainless steel pada bagian header dan CNC pada bagian silincer membuat knalpot ini semakin cocok dan menarik digunakan di motor para bikers.

Menggunakan Bahan Karbon Asli yang Membuat Bebannya Lebih Ringan




Eitss ternyata ada juga loh tipe karbonnya. Karbonnya pun benar-benar karbon asli, bukan karbon printing, karena jika dibandingkan dengan yang berbahan stainless sangat terasa beda bebannya dan karbonnya pun diimport dari luar negeri, Selain itu penyerapan panasnya pun sangat bagus sehingga membuat knalpot tidak sepanas yang berbahan stainless.

Saya sendiri pun juga sekarang menggunakan produk BlackDevil karena produk ini berhasil membuat BehindTwoWheels keracunan hahaha.

Knalpot BlackDevil terpasang di motor BehindTwoWheels

Bagaimana dengan Performa dan Tenaganya ?


Bisa dibilang ini adalah knalpot pertama yang menurut BehindTwoWheels yang tenaganya sangat ngisi dari putaran bawah sampai atas. Karakter suaranya pun ngebass dan adem diputaran bawah, namun sangat bringas ketika memasuki putaran atas. Kalau untuk performa terbaik, BlackDevil SS Evo yang paling besar menghasilkan powernya dan juga harganya pun paling murah dari tipe-tipe yang lainnya (Karena itu lah saya sendiri menggunakan tipe SS Evo hehehe)

Berapa Harga untuk Knalpotnya ?


Kalau masalah harga bisa dibilang sangat terjangkau dan membuat tangan gatel untuk ngeluarin uang hahaha. Nah berikut BehindTwoWheels akan memberikan daftar harga Knalpot BlackDevil :

1. BlackDevil GP2 CNC :
    -150cc : Rp.1.100.000
    -250cc : Rp.1.350.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.1.700.000 (2 silinder)

2. BlackDevil Ovaltion CNC :
    -150 : Rp.1.350.000
    -250cc : Rp.1.500.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.1.800.000 (2 silinder)

3. BlackDevil SS Evo :
    -150cc : Rp.950.000
    -250cc : Rp.1.350.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.1.550.000 (2 silinder)

4. BlackDevil Carbon Evo Import :
    -150cc : Rp.1.600.000
    -250cc : Rp.1.850.000 (1 silinder)
    -250cc : Rp.2.200.000 (2 silinder)

Buat kalian yang tertarik untuk memesan atau mau tanya-tanya dulu bisa langsung hubungi melalui Whatsapp 082210821260

Kesimpulan


Knalpot lokal (buatan dalam negeri) sekarang tidak bisa dipandang rendah. Karena dengan harga yang sangat terjangkau kita sudah bisa mendapatkan knalpot dengan kualitas dan performa yang setara dengan knalpot produk luar.

Oke sekian dulu dari BehindTwoWheels untuk artikel kali ini, semoga artikel kali ini dapat membantu para pembaca agar dapat menentukan knalpot yang akan dibeli. Mohon maaf bila ada salah kata.
    

Minggu, 27 November 2016

Pengalaman Pertama Latihan di Sirkuit

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Maaf ya sebelumnya kalo udah lama ga update karena habis UTS, jadi gabisa ngeblog dulu hehehe.  Nah sesuai judul di sini, saya ingin membagikan pengalaman saya kemarin ketika latihan di sirkuit, akhirnyaaaaaaa masuk sirkuit juga setelah penantian lama #lebay hahaha. Tapi latihannya bukan di sirkuit Sentul seperti kebanyakan orang, BehindTwoWheels bersama para teman-teman melakukan latihan bersama di Sirkuit Gery Mang, Subang. Butuh perjuangan yang sangat besar seperti mendaki gunung lewati lembah ... Ga deh boong ga sampe kayak gitu hahaha. Hanya saja memang kemarin saat perjalanan ke sirkuit, mobil truk yang mengangkut motor BehindTWoWheels mengalami masalah pada sektor mesin, sehingga perjalanan sedikit terganggu dan terlambat dari waktu yang sudah ditetapkan. Tapi nasib baik masih bersama kami, saya bersama temen-teman masih tetap dapat sampai ke sirkuit dengan bantuan dari Jasamarga, terima kasih Jasamarga :D hehehe. 


Pengangkutan motor ke truck 
(abaikan teman BehindTwoWheels yang lagi foto")


Kesan Pertama masuk ke sirkuit

Yang pasti seneng pake banget, namanya juga baru pertama kalinya hehehe. Dan yang pasti berbeda dengan bermain di jalanan umum. Di sirkuit semuanya lebih aman dan lebih terkendali, kalaupun amit-amit kita mengalami crash tidak akan separah di jalanan umum. Selain aman, sirkuit Gery Mang pun memberikan banyak pengalaman baru bagi saya pribadi, karena pertama kalinya saya memasuki sirkuit adalah di sini. 

Bagaimana dengan tracknya ?

Setelah selesai berlatih di sirkuit Gery Mang, bisa dikatakan sirkuit ini lebih menguras konsentrasi dan tenaga. Tracknya tidak sama seperti sirkuit Sentul yang rata. Sirkuit Gery Mang tracknya naik dan turun alias tidak rata, sehingga kita harus lebih berfokus agar tidak ndlosor ke gravel hehehe. Dan jujur saja, track di sirkuit Gery Mang sebenarnya lebih cocok untuk motor yang memiliki torsi besar di putaran bawah, karena track lurus di sirkuit ini paling panjang hanya sekitar 300 meter (dari tikungan terakhir menuju tikungan pertama) dan sisanya tikungan semua. Jujur saja, motor milik BehindTwoWheels dengan kondisi mesin full standart kurang mumpuni di track Gery Mang karena torsi bawahnya yang kurang bagus. Tapi ya untungnya ini hanya latihan bebas, coba saja kalau kejuaran pasti udah dibabat abis sama yang lain hehehe. Buat yang penasaran gimana track di sirkuit Gery Mang, berikut akan saya tampilkan foto-foto yang berhasil diambil oleh teman saya :






Gaya doang nunduk, padahal speed hanya 
sekitar 60km/h :p

Foto yang ini ngeblur karena di screenshot dari 
action cam

Jika diperhatikan pada tikungan ini, saat masuk tikunan 
tracknya turun, dan saat keluar tikungan  tracknya naik 

Berapa Total Biaya yang Dikeluarkan ?

Bisa dibilang dengan sangat bersahabat di kantong, karena biaya masuk hanya Rp.50.000 dan pit tidak perlu bayar alias gratis. Untuk masalah pergi pulang motor menggunakan jasa truck, di perkirakan habis Rp.170.000 per orangnya. Jadi total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp.220.000 per orang belum termasuk untuk uang makan dll (tenang ada warteg di sana).

Kesimpulan 

Untuk latihan dasar, sirkuit ini bisa jadi pilihan yang tepat karena mengajarkan kita untuk sangat berfokus di tikungan yang naik dan turun alias tidak rata. Fisik pun harus dipersiapkan sebaik mungkin, karena berlatih di sirkuit sangat membutuhkan tenaga ekstra dan yang pasti jangan lupa berdoa guys :D.

Oke segini dulu aja dari BehindTwoWheels, semoga artikel kali ini dapat membantu untuk kalian yang ingin menjajal sirkuit. Mohon maaf bila ada salah kata.

Senin, 12 September 2016

Motor Harian yang Cocok dengan Kondisi Jakarta

Hallo guys ketemu lagi sama BehindTwoWheels. Sebelum memulai artikel saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1437H bagi yang merayakan. Oke langsung saja kita masuk ke artikel. Seperti pada pembahasan sebelumnya tentang Penggunaan Motor Sport Untuk Harian, Nyaman atau Tidak ?. Pembahasan kali ini adalah untuk membahas motor-motor apa saja yang cocok untuk dipakai harian dengan kondisi Jakarta yang terkenal dengan macet dan panasnya.


Kondisi Macet di Jakarta

 


Dengan kondisi macet yang terjadi hampir setiap harinya (kecuali hari Minggu), banyak orang yang beralih menggunakan motor agar lebih dapat cepat sampai ke tujuan. Namun semakin ke sini naik motor pun juga pasti tidak terhindar dari macet karena perkembangan penduduk dan harga-harga motor yang banyak terjangkau di kalangan masyarakat. Jika kalian yang tinggal di Jakarta pasti sudah tidak asing dengan daerah Sudirman, Thamrin, dan Kemanggisan. Daerah tersebut memang terkenal dengan kemacetan yang sangat padat.

Pilihan Motor yang Cocok untuk Kondisi Macet di Jakarta :

 

1. Yamaha Nmax 155

Yang pertama adalah Yamaha Nmax 155. Motor big scoot dengan tampilan yang sporty ini sangat cocok untuk pemakaian harian di Jakarta. Selain modelnya yang enak untuk dipandang, riding positionnya sangat nyaman dan bisa membawa banyak barang karena kapasitas bagasinya yang ada dibawah jok cukup luas. Konsumsi bensinya tidak boros, hanya saja tidak seirit motor matic yang lainnya, hanya mencapai 36km/liter. Namun fitur yang diaplikasikan pada Yamaha Nmax pun sangat lengkap dibanding motor matic lainnya, seperti lampu utamanya yang sudah LED dan panel speedometer yang lengkap membuat ingin berlama-lama di motor ini. Dengan harga Rp24.000.000 untuk yang non ABS dan Rp.27.400.000 untuk yang ABS.


2. Honda Vario 125 


Yang kedua adalah Honda Vario 125. Dengan riding position yang nyaman serta dengan bodi yang tidak terlalu besar, sangat lincah untuk keadaan Jakarta yang macet. Walaupun bagasinya tidak seluas Nmax, tapi masih bisa untuk menaruh barang-barang dengan ukuran yang agak besar. Namun sayangnya fitur pada motor ini tidak selengkap seperti motor-motor keluaran terbaru yang sudah mengaplikasikan lampu LED pada lampu utamanya dan juga yang sangat disayangkan motor ini pun sudah discontinue alias udah ga produksi lagi huhuhu (masih bisa cari yang bekas tapi mulus kok hehehe). Tapi untuk konsumsi bensinnya termasuk sangat edaaannnn, kenapa ? Bisa menempuh jarak 58km/liter. Kalo isi full bisa muter-muter Jakarta sampe mabok hahaha. Harga barunya dulu mencapai Rp.18.000.000, mungkin sekarang secondnya sudah berkisar diantara Rp.13.000.000 sampai Rp.15.000.000.


 3. Honda Vario 150


Yang ketiga adalah Honda Vario 150. Seperti leluhurnya (asik bahasanya leluhur hahaha) Honda Vario 125, motor ini hanya mengalami beberapa perubahan saja, seperti lampunya yang sudah LED, model velg baru, model bodi yang lebih elegan, dan kubikasi mesin menjadi 150cc. Hanya saja karena kubikasinya dinaikan, konsumsi bensinnya hanya mencapai 52km/liter. Dan harganya pun sekarang sudah mencapai Rp.20.500.000.


4. Yamaha Jupiter MX King 150


Yang terakhir ada Yamaha MX King 150. Dari semua motor bebek paling enak yang pernah saya gunakan adalah motor ini. Walaupun mengunakan kopling, tapi riding positionnya lebih nyaman dan lebih sporty dibanding bebek lainnya. Di pembahasan artikel sebelumnya tentang Review Yamaha Jupiter MX King 150, BehindTwoWheels sudah pernah menjelaskan kalau shock breaker dengan tipe monoshock yang sagat empuk membuat motor ini sangat nyaman dikendarai di Jakarta yang terkenal dengan macet yang sangat parah. Ditambah dengan tenaga yang cukup besar di kelasnya, selain lincah, motor ini pun bisa mengantarkan kita ke tujuan dengan cepat (tapi ga ngebut-ngebut ya hehehe). Fiturnya pun juga sudah lumayan canggih, seperti lampu Halogen, ukuran ban yang cukup lebar sehingga aman untuk dipakai sehari-hari, dan panel speedometer yang ketika dinyalakan terdapat tulisan "Hi Buddy" yang dapat diganti dengan nama kita sendiri, wow keren ya guys. Konsumsi bahan bakarnya pun mencapai 49,8km/liter, sangat irit untuk motor dengan tenaga besar seperti Yamaha Jupiter MX King 150. Harga untuk motor ini mencapai Rp.19.000.000.

Kalau Disuruh Memilih, Pilih yang Mana ?


Kalau saya pribadi pasti pilihan saya akan jatuh pada nomor 1, yaitu Yamaha Nmax, kenapa ? Karena saya menginginkan sensasi berkendara yang nyaman serta tenaga yang lumayan besar. Lalu kita juga bisa membawa barang yang cukup banyak dan bisa menaruh dibagasinya yang cukup luas. Dan dengan konsumsi bensin 36km/liter menurut saya itu sudah termasuk irit.

Kesimpulan


Dengan kondisi jalanan Jakarta yang sangat macet, motor dengan riding position ternyaman, bensin teririt, dan harga yang paling bersahabat di kantong menjadi pilihan yang tepat.

Oke sekian dulu artikel kali ini. Semoga artikel ini bisa membantu kalian yang sedang ingin mencari motor harian yang sesuai dengan keinginan kalian. Mohon maaf bila ada salah kata.